Selayang Pandang PF-PPWI

Tak dapat dipungkiri, kini Kamera dan aktivitas mengabadikan moment telah menjadi salah satu kebutuhan dalam kehidupan sosial masyarakat modern. Ketersediaan sarana untuk memotret yang telah terintegrasi sampai pada handset, sangat membantu dalam aktivitas ini. Tak heran disana-sini kita melihat dan terlibat secara langsung dalam mengabadikan setiap kejadian. Perkembangan teknologi Kamera Digital yang sangat pesat, juga memungkinkan orang dengan mudah memperoleh camera dengan beragam fitur dengan harga yang terjangkau.

Alhasil, hampir disetiap kesempatan kita melihat semakin banyak orang menenteng kamera kemana-mana. Dan, mengabadikan momentpun menjadi salah satu keharusan yang tak boleh terlewatkan.

Penetrasi jaringan internet yang berkembang sangat pesat dan dengan intensitas yang sangat masif, telah memungkinkan setiap orang dengan biaya yang sangat murah untuk berbagi apa saja dalam jaringan sosialnya. Kini, kejadian dalam skala rumah tanggapun bisa diketahui secepat kilat oleh seluruh jaringan sosial. Dalam dunia tanpa batas ini, semangat berbagi itu telah menempatkan setiap individu menjadi titik yang penting dalam menambahkan informasi terbaharu. Dan kegiatan motret-memotret berhasil menempatkan foto sebagai simpul utama dalam mensejarahkan kejadian.

Dengan hanya melihat sebuah foto, seribu satu deskripsi kejadian terwakili. Orang lebih suka melihat sebuah foto daripada membaca informasi yang panjang. Oleh sebab itu, tak heran beban terbesar lalu lintas jaringan internet sekarang, ada pada postingan foto.

Deklarasi Human Right PBB, memberikan jaminan setiap individu di dunia ini berhak mengakses sekaligus menyampaikan informasi. Kemajuan Teknologi Informasi telah memberi ruang gerak yangleluasa bagi individu untuk menyampaikan apa saja yang ia peroleh dimana saja dan kapan saja.

Jika media mainstream hadir dengan kebijakan kontrol redaksional, kini keterbukaan akses informasi menempatkan setiap  individu dapat menjadi penikmat sekaligus penyampai informasi secara langsung. Apa yang digeneralisasi sebagai “Citizen Journalism” mencoba membawa semangat itu pada etika yang dapat dipertanggungjawabkan.

Citizen Journalism tidak bermaksud hadir untuk menyaingi media  mainstream, tetapi justru ingin menjembatani keterbatasan akses reportase kegiatan journalist sampai ke akar rumput. Seorang Citizen Journalist dapat mewartakan dari komunitas paling kecil, bahkan mewartakan secara langsung tentang apa yang dialaminya.

Di Indonesia, semangat mewartakan itu telah diwadahi oleh sebuah lembaga bernama Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), The Indonesian Citizen Journalist Association. PPWI hadir memberikan ruang dan sekaligus meletakkan etika bagi setiap warga yang ingin terlibat aktif dalam semangat citizen journalism. Demikian pula, sebagai sebuah lembaga, PPWI memberikan advokasi bagi aktivitas anggotanya. Siapa saja bisa menjadi anggota PPWI tanpa harus menjadi seorang Wartawan terlebih dahulu.

Kini, melalui diskusi yang cukup panjang, pengkajian yang dalam, perumusan yang matang, sekelompok pehobi foto mencoba mewadahi aktivitas mengabadikan moment melalui lensa tersebut dalam sebuah wadah resmi.

PEWARTA FOTO dipilih sebagai nama yang dapat merepresentasikan  semangat itu. Dan PPWI dianggap merupakan payung yang tepat sebagai induk organisasi. Dimotori oleh 4 Founder (Ronny Buol, Andreas ETD, Stenly Mamengko, Edwin Ngangi) dan ditambah oleh 11 orang lainnya yang punya semangat yang sama, Pewarta Foto mencoba hadir merumuskan semangat mewartakan melalui rekaman lensa pada etika yang seharusnya. Hampir setahun dilalui, berbagai pertemuan dan intensitas diskusi digelar, akhirnya pada 21 Juli 2011, PEWARTA FOTO dibentuk sebagai Organisasi Resmi melalui Surat Keputusan Dewan Pengurus Nasional PPWI Nomor: 033/PPWI/SK/VII-2011 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Kepengurusan Pewarta Foto PPWI Sulawesi Utara Masa Bakti 2011-2016. (http://www.facebook.com/media/set/?set=oa.212674718779572&type=1)

Dengan SK tersebut secara otomatis mencatatkan PEWARTA FOTO PPWI SULAWESI UTARA sebagai Organisasi Legal pada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Dewan Pers sesuai Akta Pendirian PPWI.

Pewarta Foto PPWI, selanjutnya disebut PF-PPWI hadir bukan sebagai sebuah club atau komunitas foto. PF-PPWI akan mencoba hadir dengan semangat “Citizen Photographer Journalist”. Siapa saja pehobby foto bahkan setiap individu yang bisa menghasilkan sebuah foto dengan peralatan apapun dan punya semangat mewartakan apa saja yang bernilai informasi untuk dibagi, mempunyai hak yang sama bergabung di PF-PPWI.

PF-PPWI  akan berusaha meletakkan etika dan rule yang tepat untuk memediasi aktivitas citizen photographer jornualist tersebut, sembari mempersiapkan kesepahaman yang sama antara pemakai informasi, masyarakat luas dan stakeholder agar lebih memberi ruang yang tepat bagi setiap aktivitas anggotanya.

PF-PPWI akan berusaha membekali setiap individu yang bersedia bergabung dan sepaham dengan semangat PF dengan pemahaman-pemahaman tentang memberi arti bagi setiap frame yang dihasilkan. PF-PPWI tidak akan berbicara tentang peralatan apa yang dipakai untuk menghasilkan sebuah foto, tetapi lebih memberi nilai pada sebuah foto yang mengandung informasi, sekalipun foto tersebut dihasilkan melalui peralatan yang paling sederhana.

Kedepan PF-PPWI akan bergandeng tangan dengan media mainstream sebagai sebuah “agen foto warga”, sehingga ketika Redaktur Foto media mainstream tertarik dengan foto yang dihasilkan oleh anggota PF, ada tanggungjawab etis bahwa foto tersebut dihasilkan melalui kaidah-kaidah yang benar, dan fotografernya terjamin secara legal atas penggunaan fotonya.

Sebagai sebuah organisasi masyarakat, PF-PPWI bersifat terbuka untuk umum. PF-PPWI lintas komunitas dan club. PF-PPWI hadir tidak untuk menyaingi komunitas dan club yang telah ada, tetapi PF-PPWI  berjalan berdampingan, memajukan dunia fotografi di Indonesia sekaligus memberi ruang yang lebih berarti bagi setiap aktivitas warga dalam mengabadikan moment.

Kini PF-PPWI dalam masa mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, sehingga dapat mengakomodir setiap pemikiran dari anggota yang bergabung. Masih banyak hal yang perlu didiskusikan secara terbuka, dan PF-PPWI membuka pintu selebar-lebarnya terhadap semua sumbang saran dan pikiran demi langkah yang lebih mantap.

Salam PF.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s